Sabtu, 06 April 2019

Teruntuk Senja yang Mengantuk

: untuk para pekerja


Setiap sabtu malam secangkir kopi menjadi dingin.
dan deretan film bioskop, lalu lalang
Obrolan kita dan pedagang kacang goreng pinggir jalan
Mengitari ingatan,

Di sudut lain,
ratusan kardus siap berangkat menuju pelabuhan
diiringi kumandang adzan subuh
dan teriakan pak supir memecah lamunan

Di ujung bulan,
Lelaki dengan peluh di tubuh
sibuk hitung slip yang terselip di saku celana
berharap ada sisa sekadar untuk beli shampo dan sikat gigi
Juga untuk makeup istri- katanya

Langit biru,
memecah ruah kala pintu terketuk
Bocah-bocah semesta berlari
Belasan cangkir kopi mendingin di atas meja
: Sisa sabtu malam yang terlupa


                                                                                                Cibangkong, 7 April 2019

Awal mula mengajar

Hampir 6 bulan aku resign dari freelancer, berpindah ke kerja tetap. Mendidik.
Berawal dari tawaran lowongan mengajar sosiologi katanya boleh untuk semua jurusan. Nekat, yang penting dateng dulu. Ini kali pertama aku ajukan lamaran kerja. Itu pun bukan mencari, tapi dipanggil. Setelah berbincang dengan kepala sekolah dan setuju dengan semua kesepakatan. Akhirnya aku "Yes" ngajar di sana, tapi sebagai Inval ekonomi. eh? iya ketika ke lokasi malah ditawari inval ekonomi kebetulan gurunya lagi cuti melahirkan. Ya beruntung bangetlaah aku sesuai jurusan.

Singkat cerita aku mengajar di sana sebagai guru ekonomi selama dua bulan. Senang sekali, aku mengajar dengan perasaan bahagia dan sangat menyayangi muridku. Ketika dua bulan berakhir aku ditawari menjadi guru BK. Ya Allah itu cita-citaku dulu, ketika aku ingin memilih jurusan ketika awal kuliah aku galau antara ekonomi dan BK. Tapi aku lebih memilih ekonomi dan bahasa jerman, Allah mengabulkan doaku sekarang. Aku percaya ini rencana Tuhan.


Hingga bulan november aku ditawari mengajar juga sejarah peminatan dan sejarah Indonesia untuk kelas XI. ya aku ambil saja, aku memang suka pelajaran itu. Memang ini bukan saja perasaan suka tapi memang bacaanku juga notabenenya buku sejarah. Oh ya guru BK nambah 1 lagi, beliau dari BK UPI bener-bener sangat membantu, jadi punya teman baru.

Hari ini, lagi masa-masa UN. Aku gabisa cerita banyak, aku hanya ingin nanti ketika aku membuka web ini aku pernah terkenang. pernah mengajar di sana, cerita ini benar-benar apa adanya, ga aku edit. Maaf kalau kesannya kayak tulisan dalam diary anak sekolahan. Semoga kamu menikmatinya.